Artikel

Mulutmu Harga Dirimu: Rahasia Hidup Lebih Baik

17 September 2026 OSIS (irsyad al-fahrizy)
Mulutmu Harga Dirimu: Rahasia Hidup Lebih Baik

Mulutmu Harga Dirimu

Lisan bisa menjadi sebuah kehormatan atau kehinaan bagi manusia. Manusia yang selalu menjaga lisannya dari mencela, berkata kotor, dan yang lainnya, adalah manusia Yang mulia dan seringkali berpangaruh penting bagi masyarakat, ucapannya selalu didengar, dan setiap perkataannya adalah untaian petuah dan nasehat yang lembut.

Tapi ironisnya. Di zaman sekarang Kita malah lebih sering mendapati manusia yang tidak bisa menjaga lisannya. Sangat suka berkata kotor dan jorok. Dimanapun, kapanpun mereka berada. Saat kita sedang mengantre di penjual bakso, Pelanggan yang tidak terima dipotong antreannya mencaci dengan kata Anjing. Saat dendang di warkop, pengunjung sebelah kita ber-goblog goblogan dengan temannya. Bahkan ketika ada yang ingin memanggil temannya dia berteriak dengan lantang " WOI KETEK". Bangga sekali mereka dengan perkataannya itu.

Bicara 5 kata, Tambahan anjing 3 kata.
Bicara 1 kata, Goblog edannya tidak lupa.
Itu mulut atau radio rusak, Heh?.

Inilah realitas yang sekarang terjadi di sekitar kita. Ucapan-ucapan kotor telah berubah menjadi dzikir harian yang selalu diamalkan tiap saat. sampai-sampai jika tidak ada kata 'Cok' diakhir kalimatnya, dia merasa ada yang kelu dari lisannya. 

Bukankah ini sebuah keburukan yang hina?.
Tapi tetap saja mereka selalu membenarkan kelakuannya dengan berkicau:
"Kalo ga bilang goblog mah bukan Gue banget"
"Kalo ga ngomong kasar pas ngobrol ga seru. Tek"
"Gue mah bukan Ustadz yang isi mulutnya nasehat doang"

Ya memang kita buka ustadz atau orang-orang bijak yang pandai memberi nasehat. Tapi apakah kita pantas buat dikasih cap manusia hina?. Apakah mau diri kita selalu dibelenggu oleh dosa-dosa dari perkataan kita?.

Kita semua perlu mengetahui hal ini. Orang- orang yang berpengaruh, Ucapannyanya didengar masyarakat, dan memiliki kharisma tinggi adalah orang yang suka Bertutur kata baik lagi lembut.
Kan tidak mungkin kita mempercayai ucapan manusia yang selalu menyebut satwa dari lisannya. Kan tidak mungkin seseorang lebih menyukai manusia yang mulutnya melukai hati, dibanding yang menguatkan hati. Jangankan ucapannya yang jelek, seseorang yang mulutnya bau saja sering kita hindari. 

Apa Untungnya Bicara Lembut?.

Bertutur kata lembut dan baik akan membawa berbagai macam keberuntungan bagi kita. seperti perjalanan dari Motivator No.1 indonesia, Andrie Wongso. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini telah membuktikan bahwa dengan berkata positif akan mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Andrie Wongso bukanlah lulusan Universitas ternama, bahkan dia tidak tamat SD. Dia mengawali perjalanannya merantau ke Jakarta hanya dengan bermodalkan nekat saja, tapi dia tetap memegang prinsip selalu berkata positif. Dan akhirnya berhasil sukses dan mendirikan AW Training Center, dan dia mulai aktif menjadi pembicara dengan julukan Motivator No.1 Indonesia.

Dengan bertutur kata lembut kita akan membuat lingkungan yang baik dan mendorong kita untuk berkembang. Karena dengan berkata baik akan membuat kita cenderung berteman dengan teman yang baik pula tutur katanya. Namun jika kita masih saja suka berkata jorok, mulut kita seperti kebun binatang, jangan berharap diri kita akan berkembang, karena lingkungan kita masih dikelilingi manusia yang buruk. Burung akan bertengger dengan sejenisnya di dahan yang sama.

Dalam dunia kerja, keberuntungan juga selalu memihak yang suka berkata baik. Karena perusahaan Pasti cenderung tertarik dengan calon karyawan yang sopan dan lembut bicaranya. Jika kita menjadi wirausahawan maka jadilah yang selalu positif dan lembut bicaranya. Pasti para konsumen dan investor akan betah bekerja sama dengan kita.

Dan masih banyak lagi keberuntungan yang akan menyertai kita dengan hanya menjaga tutur kata yang baik. karena lisan yang baik adalah kunci kehidupan yang lebih baik. 

Allah SWT Berfirman:

يُصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا  O يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah akan memperbaiki amalan-amalanmu (Kehidupanmu) dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung."

Perhatikanlah kalimat "Allah akan memperbaiki amalan-amalanmu". Secara bahasa, amal berarti perbuatan atau tindakan. Namun, para ulama tafsir (mufasir) menjelaskan bahwa janji Allah untuk "memperbaiki amal-amalmu" (yuslih lakum a'malakum) memiliki dampak yang sangat luas, yang pada hakikatnya mencakup perbaikan kualitas seluruh aspek dari kehidupan kita. 

Seperti tadi telah dijelaskan. Hanya dengan bertakwa pada allah dan menjaga perkataan, Allah berjanji untuk memperbaiki untuk membuat hidup kita lebih bermakna. Susah payah mecari cara untuk hidup lebih baik, ternyata caranya cuma dua saja. Takwa pada allah, dan menjaga lisan kita.

Semua orang pasti pernah berkata kotor dan menyakiti hati orang lain dengan lisannya. Tapi orang yang berusaha membuat lisannya terjaga itulah orang yang beruntung.

Jadi, yuuk kita berusah untuk melembutkan lisan kita. Tak mengapa jika kita terjatuh lagi. Teruslah bangkit dan tingkatkan lagi usaha kita.

 Kalo gagalnya 1000 kali, berarti bangkitnya harus 1001 kali.

 

 

Bagikan Kebaikan Ini: