Artikel

Terbang Rendah Penuh Kebaikan: Rahasia disukai dan dihormati tanpa perlu flexing

19 September 2026 OSIS (irsyad al-fahrizy)
Terbang Rendah Penuh Kebaikan: Rahasia disukai dan dihormati tanpa perlu flexing

Terbang Rendah Penuh Kebaikan: Rahasia Untuk Dihormati

Dari sekolah dasar sampai selesai pendidikan doktoral, tidak henti-hentinya kita selalu diingatkan bahwa manusia adalah makhluk sosial.


Memangnya apa sih makhluk sosial itu?
Makhluk sosial adalah makhluk yang saling membutuhkan bantuan dari makhluk lainnya sehingga terjadilah rantai keberlangsungan hidup yang damai dan harmonis. Simplenya: Tanpa orang lain kita ga bakal bisa hidup.

Karena udah takdirnya manusia adalah makhluk sosial, pasti membutuhkan orang lain untuk menyambung hidupnya, dan kita ga bakal bisa lepas dari interaksi sosial tersebut. Karena kita tidak bisa menjalani hidup dan memenuhi semua kebutuhan hidup kita sendirian. Kecuali kalo kamu mau kerepotan sendiri.


Kita ambil satu contoh mudahnya. Sekarang jika kamu mau makan gorengan kamu tinggal pergi sebentar, terus beli gorengannya, datang ke rumah, langsung makan. 
Coba kamu bayangin kalo manusia bukan mahkluk sosial.
Kamu mau makan gorengan aja harus mulai dari nol dulu,  mulai dari NOL besar.
Kamu harus nanem gandum sama singkong buat dapet terigu sama acinya.
Buat dapetin tempe sama sayurannya, Nanem aja dulu di halaman belakang rumah.
Belum lagi buat minyaknya. Masa iya kamu harus nanem sama ngolah sawitnya sendiri dulu?.
Kan ga masuk akal.

Makanya, Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial untuk saling memudahkan, dan saling bermanfaat bagi orang lain. Dan karena itu juga kita harus ngejauhin sikap egois dan merendahkan orang yang ada di bawah kita.  sadar atau enggak, dibalik semua kenyamanan hidup yang kita rasakan, di situ ada banyak andil orang lain yang jarang kita perhatikan.

Kita juga perlu tahu. kehidupan sosial bukan hanya ada di dalam saling membantu dalam memenuhi kebutuhan hidup. Tapi kehidupan sosial juga ada dalam kontribusi kita untuk bermanfaat bagi orang lain. Bukan malah hanya menjadi manusia yang masa bodoh dengan lingkungan sekitar." Ini aja hidupku, ngapain ngurusin hidup orang lain" Mungkin begitu pikiran sebagian dari kita.

Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah bersabda:

حير الناس انفعهم للناس

"Sebaik-baik manusia, adalah yang bermanfaat bagi orang lainnya" (Ath-Thabrani).

Coba renungin hadits diatas. Manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Bukan yang kerjanya cuma doomscrolling seharian di kamar. Manusia terbaik adalah yang selalu terdepan untuk membantu orang lain, selalu terdepan untuk menebarkan kebaikan, dan selalu terbuka untuk menerima kritik dan masukan terhadapnya. Sehingga masyarakat menghormatinya, menyayanginya, juga mengenal baik dirinya. Dan apabila dia pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya, maka semuanya merasa sedih dan kehilangan. Kehilangan temannya, kehilangan sahabatnya, dan kehilangan sosok pemimpin yang dicintainya.

Masa sih, kita gamau jadi manusia terbaik?. 
Atau kita mau ketika kita mati. Ternyata yang ngehadirin pemakaman kita cuma keluarga besar, tetangga kanan, kiri, depan, sama belakang.
Berjuang setengah mati, hidupnya tanpa arti.

Buat berguna bagi sesama itu ngga harus punya nama yang besar dulu. Kamu tahu sendirilah, banyak yang punya nama besar tapi malah ngerugiin banyak orang.  Jadi, mulailah tebar kebaikan yang kecil dulu, seperti membantu orang tua kita, ramah tamah kepada tetangga, atau hanya dengan tersenyum kepada saudara kita. Itu semua sudah termasuk hal yang bermanfaat bagi orang lain.

Ayo kita simak cerita salah satu tokoh yang ngelakuin aksi nyata dari hal-hal simple . 
Kalian pasti tahu Mbah Sadiman, seorang pahlawan lingkungan. Petani sederhana kelahiran 1952 asal Wonogiri ini telah berhasil menyelamatkan desanya yang mengalami kekurangan air dan gagal panen panjang akibat kekeringan. Karena ngga tega ngeliat kesulitan yang dialami para tetangganya, Mbah Sadiman pun inisiatif menanam ribuan bibit pohon beringin mengatasi kekeringan tersebut. Tapi Mbah Sadiman malah dianggap gila oleh para tetangganya, Karena mereka mengangggap pohon beringin itu mistis, dan membuang-buang uang. Tapi bertahun-tahun kemudian usaha Mbah Sadiman sukses besar. Pohon-pohon beringin itu berhasil nyerap air dan ngalirin lagi mata air yang mati. Hasilnya dia berhasil menyelamatkan desanya dari kekeringan, dan 1.100 kepala keluarga yang kesusahan dapetin air.

                  Mbah Sadiman, Orang yang Dibilang Gila karena Menanam Harapan - Naramakna           Mbah Sadiman, Pahlawan penghijauan Nusantara      

Mbah Sadiman akhirnya diberi penghargaan Kalpataru (2016) dan menjadi pahlawan untuk warga desanya. yang dulunya warga hanya panen 1 kali tiap tahunnya, berkat usaha Mbah Sadiman, warga bisa panen hingga 2-3 kali dalam setahun. Mbah Sadiman berhasil menanam lebih dari 15.000 bibit beringin, dan menghijaukan lebih dari 250 hektare lahan yang kekeringan. Aksi heroik  Mbah Sadiman pun sukses memotivasi para generasi muda berikutnya untuk peduli terhadap keseimbangan lingkungan.

Dan kita jangan menyangka dengan kita berbuat baik bagi masyarakat, kita akan kehilangan banyak waktu dan tenaga. Ingatlah alam ini mempunyai hukumnya sendiri, Yaitu hukum timbal balik, kebaikan akan dibalas kebaikan, dan keburukan pasti akan dibalas keburukan lagi. Dan kerennya hukum ini selalu kembali lagi pada kita dengan balasan yang setimpal, bahkan yang lebih besar!

Allah SWT berfirman:

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ

"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri." (Al-Isra': 7)

Saat di dunia saja orang yang bermanfaat bagi orang lain akan mendapat banyak penghormatan, dan penghargaan, apalagi nanti saat dia bertemu dengan Allah tuhan seluruh manusia. Allah pasti akan sangat memuliakan dia dan dia akan selalu mendapat kemudahan saat di hari akhir nanti.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَة 

“Siapapun yang menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Siapapun yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat."

Udah banyak orang lain yang nyalip kita buat nebarin kebaikan, jangan sampai kita ketinggalan dibelakang. Orang yang bermanfaat itu ga langsung berdampak besar. Jadi, ayo kita mulai menebar kebaikan dengan hal yang kecil-kecil dulu. Karena langkah kecilmu berdampak besar bagi orang lain.

Terbang rendah mewarnai sekitar,
menebar kebaikan untuk semua.

 

 

 

 

Bagikan Kebaikan Ini: